Langsung ke konten utama

Lembah Keberkahan 🍃

"Bismillahirrahmaanirrahiim"
Merhaba..! Akhirnya Allah sempatkan diri ini untuk menulis kembali melanjutkan kisah yang belum selesai.Yaa , kisah bagaimana awalnya memulai interaksi dengan Al qur'an . Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah beri, saya dan kakak adik , kami semua dari kecil sudah didik untuk bisa mengenal dan mendekat, menjadikan Al quran sebagai sahabat. 
karna keputusan itu juga, Abi dan Umi sudah melatih kami untuk membaca Al quran dari kecil. Kami, kakak beradik walaupun di sekolah di ajarkan membaca Iqra' / Qiro'ati,, kami telah memulainya duluan dengan umi dirumah..dan kami semua bisa membaca huruf - huruf abjad dan hijaiyyah di tangan Umi kami.. Alhamdulillah.
Dan pastinya guru- guru kami di sekolah juga yang membantu. Alhamdulillah Afro lulus TK(B) sudah selesai Qiroati 6, sehingga ketika memasuki SD, sudah memulai menghafal Al qur'an. Afro selalu menyiapkan hafalan dirumah bersama umi dan abi , karna kami dirumah memiliki waktu khusus yaitu ba'da shubuh dan ba'da maghrib. Waktu yang dikhususkan untuk Al quran. Se-lelah apapun umi, dengan sebegitu banyak tugas ummat yang beliau emban , beliau selalu hadir untuk mendengar bacaan kami, selalu menemani kami dalam menyiapkan hafalan.. Masya Allah.
Singkat cerita, lulus SD Allah izinkan telah selesai menghafal 4,5 juz Al quran. dan SMP Afro masuk pesantren MADRASAH ALFATIH Sentul , 3 tahun kuhabiskan untuk mengkhatamkan Al quran. Di tutup dengan persiapan Tasmi' 30 juz sekali duduk /dalam satu kesempatan yang membutuhkan waktu persiapan sekitar 8-9 bulanan. Alhamdulillah akhirnya, Biidznillah Afro mampu tasmi' 30 juz sekali duduk dalam jangka waktu 10 jam (MasyaAllah )
Masih berlanjut di MAF, sampai genaplah 5 tahun perjuangan ku disana..banyak kenangan-kenangan yang tak bisa dilupakan yang membuat diri ini semakin bertumbuh menjadi lebih baik..tasmi' 30 juz sekali duduk ? Pada saat itu, salah satu faktor yang membuat diri ini untuk terus semangat meraihnya adalah , rasa ingin seperti kakak..kebetulan saat itu, kakak saya juga telah mentasmi'kan hafalannya. Maka, bagi saya role model yang baik dalam keluarga ternyata berperan besar dalam lahirnya kebaikan- kebaikan yang terus mengalir,, Biidznillah !
Tentu saja perjalanan ini tak mudah, banyak hal yang di korbankan. Baik dari afro sendiri, ataupun yang sudah pasti dari orang tua. Akan tetapi Afro percaya, bahwa di setiap hal baik dan usaha yang kita lakukan karnaNya, akan lahir setelahnya hal-hal baik lainnya yang akan terus menerus hadir di kehidupan kita..😊 InsyaAllah

Komentar

  1. Barakallah fiik.. Ustadzah 'Afro. Semoga Allah jaga dan lindungi ustadzah sekeluarga.

    BalasHapus

Posting Komentar